Senin, 06 Juni 2011

Ternyata Sumpit Dayak Lebih Ditakuti daripada Peluru


PADA zaman penjajahan di Kalimantan dahulu kala, serdadu Belanda bersenjatakan senapan dengan teknologi mutakhir pada masanya, sementara prajurit Dayak umumnya hanya mengandalkan sumpit. Akan tetapi, serdadu Belanda ternyata jauh lebih takut terkena anak sumpit ketimbang prajurit Dayak diterjang peluru.

Penyebab yang membuat pihak penjajah gentar itu adalah anak sumpit yang beracun. Sebelum berangkat ke medan laga, prajurit Dayak mengolesi mata anak sumpit dengan getah pohon ipuh atau pohon iren. Dalam kesenyapan, mereka beraksi melepaskan anak sumpit yang disebut damek.

"Makanya, tak heran penjajah Belanda bilang, menghadapi prajurit Dayak itu seperti melawan hantu," tutur Pembina Komunitas Tarantang Petak Belanga, Chendana Putra, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (2/6/2011).

Tanpa tahu keberadaan lawannya, tiba-tiba saja satu per satu serdadu Belanda terkapar, membuat sisa rekannya yang masih hidup lari terbirit-birit. Kalaupun sempat membalas dengan tembakan, dampak timah panas ternyata jauh tak seimbang dengan dahsyatnya anak sumpit beracun.

Tak sampai lima menit setelah tertancap anak sumpit pada bagian tubuh mana pun, para serdadu Belanda yang awalnya kejang-kajang akan tewas. Bahkan, bisa jadi dalam hitungan detik mereka sudah tak bernyawa. Sementara, jika prajurit Dayak tertembak dan bukan pada bagian yang penting, peluru tinggal dikeluarkan. Setelah dirawat beberapa minggu, mereka pun siap berperang kembali.

Penguasaan medan yang dimiliki prajurit Dayak sebagai warga setempat tentu amat mendukung pergerakan mereka di hutan rimba.

"Karena itu, pengaruh penjajahan Belanda di Kalimantan umumnya umumnya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar tapi tak menyentuh hingga pedalaman," Chendana.

Tak hanya di medan pertempuran, sumpit tak kalah ampuhnya ketika digunakan untuk berburu. Hewan-hewan besar akan ambruk dalam waktu singkat. Rusa, biawak, atau babi hutan tak akan bisa lari jauh. "Apalagi, tupai, ayam hutan, atau monyet, lebih cepat lagi," katanya.

Bagian tubuh yang terkena anak sumpit hanya perlu dibuang sedikit karena rasanya pahit. Uniknya, hewan tersebut aman jika dimakan. "Mereka yang mengonsumsi daging buruan tak akan sakit atau keracunan," kata Chendana.
Baik hewan maupun manusia, setelah tertancap anak sumpit hanya bisa berlari sambil terkencing-kencing.
"Bukan sekadar istilah, dampak itu memang nyata secara harfiah. Orang atau binatang yang kena anak sumpit, biasanya kejang-kejang sambil mengeluarkan kotoran atau air seni sebelum tewas," tambah Chendana. sumber : vivaforum

Kamis, 19 Mei 2011

Ayam Jago Bunuh Pemiliknya


Seekor ayam jago 'membalas dendam' pada tuannya karena sering memaksa dia bertarung di arena sabung ayam. Sang tuan pun tewas di kaki si ayam.

Dilansir dari laman Daily Mail, 21 Januari 2011, ayam jago tersebut menyerang tuannya, Singrai Soren, dengan cara menyabetkan silet yang terpasang di kaki. Kejadian ini berlangsung saat ayam dipaksa bertarung di arena. Si yam pun berontak sehingga silet itu mengenai leher Soren. Soren pun terkapar bersimbah darah.

Salah satu teman Soren bernama Dasai mengatakan ayam jago 'pelaku pembunuhan' itu selama ini sudah sering mencoba kabur dari arena sabung ayam. "Tapi Soren terus memaksa ayamnya bertarung," kata dia.

Dasai menduga perlakuan itulah yang kemudian membuat ayam kesal lalu berbalik menyerang Soren.

Normalnya, lanjut Dasai, ayam petarung diberi waktu istirahat, setidaknya satu jam, sebelum bertarung lagi dengan lawan lain.

"Tapi Soren ingin ayamnya kembali lagi ke ring dalam beberapa menit dari laga pertama. Ayam itu sepertinya kesal."

Setelah kejadian, kasus ini dilaporkan ke polisi. Kepolisian India pun mengejar ayam tersebut untuk dimatikan. Namun, mereka tak terlalu yakin bisa menemukannya.

Kepolisian setempat kemudian mengingatkan warga agar waspada pada ayam 'pembunuh' yang berbulu hitam dan merah itu.

Sejumlah warga di Desa Mohanpur, Bengal Barat, selama ini memang dikenal sangat menyukai judi adu ayam. Untuk menaikkan adrenalin, mereka memasang silet di kaki ayam aduan. Ayam-ayam pun dipaksa bertarung dengan senjata tambahan itu. sumber : http://dunia.vivanews.com/news/read/200693-di-india--ayam-jago-bunuh-pemiliknya

Minggu, 01 Mei 2011

Spongbob Terminator Terbuat Dari Lego


Bagaimana Spongebob Squarepants jika terlihat seperti seorang Terminator? Bagi mereka yang tidak tahu siapa dia, mari saya jelaskan: Dia adalah seorang spons laut yang sangat energik yang tinggal di bawah laut dalam serial animasi televisi Amerika. Begitu energik sehingga beberapa orang berpikir ia adalah seorang pengganggu. Karakter kartun ini menginspirasi Flickr rack911 untuk membuat Terminator Squarepants.

Anda jangan melihat ini terlalu serius karena ia sebenarnya lucu dan tidak menakutkan sama sekali. Dia terbuat dari batu bata Lego. Sangat menyenangkan untuk membuatnya dan setelah Anda sudah selesai Anda bisa meletakkannya di rak.





Minggu, 24 April 2011

Jenderal Dipecat karena Gagal Tes Kesetiaan


TAIPEI – Seorang jenderal di Taiwan harus kehilangan pekerjaannya karena gagal lulus tes kesetiaan. Tes kesetiaan tersebut dilakukan setelah terjadi kasus mata-mata terburuk selama 50 tahun terakhir di Taiwan.

Seperti beberapa petugas yang memiliki jabatan kunci, letnan jenderal yang tidak disebutkan namanya tersebut di hadapkan pada alat tes kebohongan, namun dia menjadi satu-satunya petugas yang tidak lulus.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan, David Lo, menolak memberitahukan pertanyaan apa yang diberikan kepada letnan jenderal tersebut dan tidak memberikan rincian mengenai tes kesetiaan tersebut. Tes tersebut disebutnya sebagai rahasia negara.

“Namun demikian, hasil putusan belum final dan petugas tersebut boleh mengikuti tes serupa di kemudian hari,” ujar Lo seperti dilansir AFP.

Sejumlah besar petugas senior militer diharuskan mengikuti tes kesetiaan setelah penangkapan Mayor Jenderal Lo Hsien-che pada Januari yang dinyatakan menjadi mata-mata bagi China. Dikabarkan, dia menjadi mata-mata atas iming-iming seks dan uang.

Menurut Lo, tes kesetiaan tersebut menjadi syarat bagi petugas tinggi yang berada di bidang sensitif seperti intelijen dan intelijen balasan, komunikasi, polisi militer dan politik peperangan.

Kamis, 14 April 2011

Diving Di Pegunungan

Lokasinya di kaki Pegunungan Hochschwab, di Tragoess, Styria, AUSTRIA. Green Lake merupakan salah satu fenomena alam teraneh di dunia. Selama musim dingin lokasi ini benar-benar kering layaknya lokasi hiking biasa dimana banyak orang kota datang kesitu untuk berlibur. Tapi berbarengan dengan naiknya temperatur, salju dan es yang melingkupi pegunungan mulai mencair dan airnya membanjiri lokasi ini dan membuatnya menjadi lokasi di bawah air yang airnya sejernih kristal.


Kedalamannya mulai dari 1-2 meter hingga lebih dari 10 meter di awal musim panas. Perairan Green Lake ini mencapai titik paling dalamnya di bulan Juni dimana banyak penggemar diving datang demi menikmati keindahan taman pegunungan di dalam air. Bangku-bangku tempat duduk, rumput-rumput hijau pegunungan, pepohonan, jalan-jalan, dan bahkan jembatan di bawah air menciptakan suasana menakjubkan seakan berada di daratan. Tapi fenomena ini hanya berlangsung pada paruh tahun tiap tahunnya. Justru hal ini yang membuat orang banyak penasaran.

Gambar-gambar di bawah ini diambil selama berlangsungnya musim panas (summer).







Sabtu, 09 April 2011

Gedung Hiu, Merayakan Hari Ikan Hiu

Dalam rangka merayakan hari hiu, Discovery Channel menempatkan hiu raksasa di gedung kantor utama di pusat kota Silver Spring, Maryland. Hiu tiup, bernama "Chompie" memiliki kepala, dua sisi sirip, sirip punggung dan ekor. Dan beratnya sekitar £ 84.000 (38.000 kg). Discovery Channel.